Selasa, 18 Desember 2018


Penjelasan Fungsi dan Manfaat Tentang ICMP, POP3, SMTP, FTP, ARP dan Penjelasan Tentang Mengenai IPv4 dan IPv6 

1.      ICMP

Apa itu ICMP ?
ICMP adalah kependekan dari Internet Control Message Protocol. ICMP merupakan bagian dari Internet Protocol. ICMP digunakan peralatan-peralatan yg terhubung melalui jaringan internet untuk keperluan analisa jaringan. Penggunaan ICMP yang terkenal adalah ping dan traceroute. Pada ping komputer A akan mengirimkan ICMP echo request ke komputer B. Komputer B kemudian akan membalas ICMP echo replay. Komputer A akan menghitung lama waktu antara pengiriman ICMP request dan penerimaan ICMP reply. Pada traceroute komputer A akan menganalisa jalur yang dipakai untuk menuju B. Komputer A akan mengirimkan ICMP echo request dan hasilnya adalah daftar sejumlah router yang digunakan untuk mencapai B lengkap dengan informasi waktu yg dibutuhkan untuk mencapai setiap routernya. ICMP juga digunakan untuk memberikan pesan error jika suatu layanan (service) yang diminta tidak ada, atau jika komputer atau router yang berusaha dicapai tidak dapat dihubungi.


Apa saja fungsi dari ICMP, adalah sebagai berikut :
1.      Membantu proses error handling / melaporkan apabila terjadi error pada sebuah jaringan
Error merupakan salah satu gejala yang paling mungkin terjadi di dalam sebuah jaringan komputer. Error biasanya terjadi ketika pesan dan juga request tidak dapat tersampaikan ke host, ataupun koneksi terputus atau kehilangan koneksi dalam proses transmisi data di dalam jaringan komputer.
Dengan adanya protocol ICMP ini, maka setiap error yang terjadi dapat dihandle langsung oleh protocol ini, dimana protocol ICMP ini bertugas untuk melakukan tindakan – tindakan ketika terjadi yang namanya error di dalam sebuah jaringan komputer tesebut.
2.      Membantu control procedure atau prosedur pengaturan pada sebuah jaringan
Control procedure atau prosedur pengontrolan juga merupakan tugas dan fungsi utama dari protocol ICMP ini. ICMP bertugas untuk mengatur dan mengontrol segala macam bentuk pengaturan pada sebuah jaringan kompter. Dengan adanya ICMP ini, maka setiap jaringan komputer dapat berjalan sesuai dengan prosedur juga ketentuan yang ada, sehingga tidak mengalami melenceng atau kesalahan dalam proses transmisi jaringan tersebut.
3.      Menyediakan pengendalian error dan pengendalian arus pada network layer atau lapisan jaringan
Pengendalian error atau error handling sudah dibahas pada poin sebelumnya. Akan tetapi, selain melakukan pengendalian error atau error handling ini, ICMP juga memiliki tugas juga fungsi lainnya, yaitu melakukan pengenalian terhadap arus informasi yang ditransmisikan pada network layer atau lapisan jaringan.
Seperti diketahui, ketika bekerja, sebuah jaringan akan memiliki beberapa macam lapisan atau layer – layer tertentu yang mana setiap paket data harus melewatinya. ICMP bertugas untuk melakukan pengendalian terhadap arus yang akan masuk ke dalam masing – masing layer tersebut.
4.      Mendeteksi terjadinya error pada jaringan, seperti connection lost, kemacetan jaringan dan sebagainya
Tugas pendeteksian dan juga pelaporan akan terjadinya error juga merupakan tugas dan fungsi utama dari ICMP ini. ICMP merupakan protocol yang memilki peran penting ketika terjadi error pada sebuah jaringan atau network. Ketika ICMP mendeteksi terjadinya error, biasanya router atau perangkat keras jaringan lainnya akan memberikan tanda kepada ICMP, misalnya host tidak dapat dijangkau, atau koneksi terputus.
Tipe – Tipe Pesan pada ICMP
Sebagai protocol jaringan komputer yang bertugas untuk mengirim pesan, ICMP sendiri memiliki dua jenis pesan yang bisa dideteksi dan dilaporkan. Berikut ini adalah kedua jenis pesan yang ada pada protocol ICMP :
1.      ICMP Error Message
Merupakan suatu pesan atau message yang disampaikan oleh ICMP ketika terjadi kesalahan atau error pada jaringan komputer yang sedang berjalan. ICMP error message ini sendiri juga terbagi menjadi beberapa jenis. Berikut ini adalah beberapa jenis ICMP error message :
·         Destination Unreachable
Destination unreacheable merupakan suatu pesan error yang terjadi ketika pengiiman paket data mengalami kegagalan transmisi, yang disebabkan oleh putusnya jalur koneksi baik jalur secara fisik maupun jalir secara logic pada suatu jaringan. Biasanya destination unreacheable ini disampaikan oleh perangkat keras router.
·         Time Exceeded
Merupakan pesan yang dikirmkan oleh ICMP ketika field TTL pada paket IP sudah habis, namun paket tersebut belum juga sampai pada tujuannya. Hal ini mirip seperti request timed out ketika kita akan masuk ke dalam seuah situs internet.

2.      POP3

Apa itu POP3 ?
POP3 adalah protokol internet atau jaringan yang digunakan untuk mengambil surat elektronik atau email dari server email ke perangkat Anda atau klien email. POP3 adalah singkatan dari Post Office Protocol versi 3. Sesuai namanya, POP3 adalah protokol pada jaringan internet yang memiliki fungsi seperti bus email, dan digunakan pada klien email yang harus kita ambil dan baca email atau e-mail masuk. Penggunaan email atau surat elektronik tentu saja tidak kita kenal di telinga kita? Saat email masuk ke inbox email kami, di situlah POP3 bekerja dan memainkan peran yang sangat penting. Mirip dengan protokol transfer surat sederhana yang menangani pengiriman dan penerimaan pesan atau email di Internet, POP3 akan mengelola semua email yang ada.

Ini Perbedaannya POP3 dan SMTP ..
Selain POP3 pada jaringan kompter, dalam hal berurusan dengan email, ada juga protokol yang disebut SMTP.
SMTP atau protokol pengirim surat sederhana adalah protokol email lain yang berfungsi untuk mengirim email.
Lalu apa bedanya antara SMTP ini dengan POP3? Perbedaan utama antara kedua tipe protkol ini adalah dari fungsi utama keduanya.
Jika POP3 adalah protokol surat elektronik yang digunakan untuk menerima email dan menyimpannya di server email sampai pengguna memiliki hak akses, SMTP adalah protokol email yang digunakan untuk mengirim email atau email ke server web.
Jadi, alur protokol yang digunakan dalam proses pengiriman surat adalah sebagai berikut:
Pengguna 1 menulis email yang dikirim ke server email menggunakan STMP (simple mail transfer protocol) – maka email yang telah tersimpan ke dalam server email akan masuk ke email client pengguna 2 (penerima) dengan menggunakan POP3 (post office protocol) – pengguna 2 atau penerima email dapat membuka dan melihat email dari aplikasi email klien, juga menggunakan protokol POP3.
Ini tentang itu penggunaan dan aliran penerimaan email menggunakan protokol POP3. Dari hasil kerja di atas, dapat disimpulkan bahwa POP3 juga SMTP adalah dua protokol yang bekerja berdampingan dalam proses pengiriman dan juga penerimaan email.
Hal ini membuat proses pengiriman dan penerimaan email dilakukan oleh dua protokol yang berbeda.

Kelebihan POP3 ..
1.    Email disimpan pada penyimpanan lokal, sehingga dapat diakses setiap saat, bahkan tanpa koneksi internet.
2.    Koneksi internet hanya dibutuhkan saat mengirim dan menerima email.
3.    Mengurangi beban pada kapasitas penyimpanan server, karena data disimpan di komputer lokal.
4.    Terdapat pilihan untuk tetap menyimpan email di server.
5.    Dapat menggabungkan banyak akun email pada 1 email client, dengan menggunakan 1 folder inbox yang sama.

3.      SMTP
Apa itu SMTP ?
SMTP merupakan salah satu jenis protocol yang bekerja dalam hal pengiriman pesan – pesan berupa surat elektronik atau email pada sebuah jaringan internet. Anda pasti sudah sangat mengenal dengan apa itu email. Email atau yang merupakan kependekan electronic mail merupakan salah satu inovasi terbaik yang pernah diciptakan pada era perkembangan jaringan komputer, tepatnya pada era 90-an, dimana email yang pertama kali digunakan adalah pesan dari Ratu Inggris. Setelah itu, email pun mulai banyak berkembang, dan tentu saja menjadi sangat populer di kalangan public dan kalangan user, karena sangat praktis. Terlebih membuat email pun tidak sulit, dan mudah untuk di pahami.
SMTP sendiri merupakan kependekan dari Simple Mail Transfer Protocol. Apabila kita artikan secara harafiah, maka bisa dikatakan bahwa SMTP merupakan sebuah protocol yang digunakan untuk melakukan proses pengiriman dan penerimaan (proses transfer sebuah surat secara elektronik), namun dengan menggunakan sebuah acara teknis yang simple dan mudah untuk dipaham dan diimplementasikan. Akan tetapi, ternyata dalam pengaplikasiannya, SMTP hanyalah digunakan untuk membantu user mengirimkan surat elektronik kepada penerima. Jadi dengan menggunakan protocol SMTP ini, maka anda sebagai seorang user dapat mengirimkan pesan elektronik atau email kepada penerima.
SMTP sendiri pertama kali mulai didefinisikan oleh RCF pada tahun 1982, yang juga dikenal dengan nama STD 10. Hingga saat ini, protocol SMTP ini sudah diperbaharui, dan perbaharuan terakhirnya adalah pada tahun 2008, yang dilakukan oleh RFC 5321. Sama seperti beberapa protocol aplikasi internet lainnya yang banyak digunakan, seperti HTTP misalnya, SMTP juga menggunakan protocol TCP dalam internet untuk dapat bekerja, dengan spesialisasi sebagai pengirim surat elektronik atau email.

Ini Manfaatnya ..
Ada beberapa manfaat penting dari penggunaan sebuah email, antara lain :
1.   Mempercepat proses pengiriman surat
2.   Tidak membutuhkan biaya perangko
3.   Mempermudah komunikasi, terutama yang berada di lokasi yang berbeda Negara dan berjarak sangat jauh
4.   Privasi terjaga
5.   Mudah untuk digunakan
6.   Bisa dilakukan dimana saja

7.   Sudah banyak vendor yang memberikan layanan email untuk usernya

4.      FTP
Apa itu FTP ?


FTP atau File Transfer Protocol merupakan protokol internet yang digunakan untuk urusan pengiriman data dalam jaringan komputer, seperti upload dan download file yang dilakukan oleh FTP client dan FTP server. Layanan FTP bisa diatur menjadi FTP public, dimana semua orang bisa mengakses data-data yang ada di server FTP dengan mudah. Selain dapat diatur menjadi FTP public, layanan FTP ini juga bisa diatur agar tidak semua orang dapat mengakses data-data yang ada di server, jadi hanya pengguna terdaftar saja yang memiliki izin untuk mengakses data-data tersebut. FTP berkerja menggunakan salah satu protokol yang dapat diandalkan untuk urusan komunikasi data antara client dan server, yaitu protokol TCP (yang menggunakan port nomor 21). Port 21 ini digunakan untuk mengirimkan command (perintah). Oleh karena port 21 dimaksudkan khusus untuk mengirimkan command, maka port ini sering juga disebut dengan nama command port. Dengan adanya protokol ini, antara client dan server dapat melakukan sesi komunikasi sebelum pengiriman data berlangsung.

Fungsi dari FTP :
1. Kita dapat melakukan pertukaran file antar komputer dengan mudah, walaupun file tersebut memiliki ukuran yang besar.
2. Bagi pemilik website, dengan adanya FTP, mereka dapat melakukan backup website mereka dengan mudah.
3.    Kita dapat melakukan indirect maupun implicit remote computer.
4. FTP menyediakan transfer data yang reliabel dan efisien, karena setiap pengguna tidak memerlukan tahapan-tahapan yang rumit untuk memperoleh suatu file atau mentransfer suatu file.
5.    FTP memfasilitasi tiap pengguna untuk melakukan transfer data secara dua arah. Artinya, jika FTP digunakan dalam sebuah perusahaan, maka setiap pemimpin perusahaan mampu mengirimkan file kepada karyawannya dan sebaliknya, dengan menggunakan server yang sama.
6.    Progress perpindahan data tidak akan hilang walaupun sambungan terputus.
7.    Transer data/file dapat dilakukan dengan mudah dan terorganisir.

Selain mempunyai manfaat yang besar dalam pertukaran data, FTP juga memiliki beberapa kekurangan, misalnya saja :
1.      Sistem FTP sudah cukup tua, jika seseorang tidak memiliki background IT atau gaptek (orang yang belum familiar dengan dunia IT), akan sedikit sulit untuk menggunakannya.
2.      Jika pengguna tidak begitu paham mengenai FTP, sangat mudah untuk menghapus keseluruhan data dengan sekali klik.
3.      Tidak dapat mengubah kepemilikan dari suatu file.
4.      Tidak begitu aman sebagai media transfer data karena tidak adanya enkripsi, kecuali jika menggunakan alternatif seperti SFTP.
5.      Jika anda ingin memiliki FTP server sendiri, anda harus memiliki komputer server sendiri atau menyewa server dengan biaya yang tidak murah.

5.      ARP
Apa itu ARP ?


ARP adalah protocol yang berfungsi memetakan IP address menjadi MAC (Media Access Control)address. Dia adalah penghubung antara datalink layer dan IP layer pada TCP/IP. Semua komunikasi yangberbasis ethernet menggunakan protocol ARP ini. Intinya setiap komputer atau device yang akanberkomunikasi pasti akan melakukan transaksi atau tukar menukar informasi terkait antara IP dan MACaddress. Setiap transaksi akan disimpan di dalam cache OS Anda.Namun protocol ini punya kelemahan serius, karena setiap komputer bisa saja memberikan pakettransaksi ARP yang dimanipulasi. Dengan merubah MAC address yang sesungguhnya. Kelemahan inidimanfaatkan untuk jenis serangan ARP Poisoning atau ARP Spoofing atau Man In The Middle Attack.

Fungsi ARP yaitu :
Fungsinya ARP adalah untuk meningkatkan keamanan. Dalam mikrotik, masukan ARP bisa didapat secara dynamic. Namun untuk meningkatkan keamanan, kita dapat memasukkan ARP static secara manual. Dengan hanya membolehkan sebuah router me-reply hanya untuk masukan ARP static pada tabel ARP, maka akan membatasi akses ke router dan jaringan di belakang router, yang hanya untuk IP address atau mac address dengan kombinasi.

Cara kerja ARP
ARP bekerja dengan mengirimkan paket berisi IP address yang ingin diketahui alamat ethernetnya ke alamat broadcast ethernet, dan semua ethernet card akan mendengar paket ini. Host yang merasa memiliki IP address ini akan membalas paket tsb. dengan memgirimkan paket yang berisi pasangan IP address dan ethternet address. Untuk menghindari seringnya permintaan seperti ini, jawaban ini disimpan di memori (ARP cache) untuk sementara waktu.
Cara Kerja ARP 
Suatu host dengan IP address A mengirim paket ke host dengan IP address B pada jaringan lokal. Host pengirim memeriksa dulu ARP cachenya adakah MAC Address untuk host dengan IP address B. 
Jika tidak ada, ARP akan mengirimkan paket ke alamat Broadcast (sehingga seluruh anggota jaringan mendengarnya). Paket ini berisi pertannyaan : "Siapakah pemilik IP address B dan berapakah MAC Addressnya? ". Dalam paket ini juga disertakan IP address A beserta MAC Addressnya. 
Setiap host di jaringan lokal menerima request tersebut dan memeriksa IP address masing-masing. Jika ia merasa paket tersebut bukan untuknya, dia tidak akan menjawab pertannyaan tersebut. 

Host dengan IP address B yang mendengar request tersebut akan mengirim IP address beserta MAC Address ya ke host penanya. 


Penjelasan Tentang mengenai IPV4 dan IPV6 ..


1.    Penjelasan IPv4 dan Ipv6
Pengertian IPv4 Address
IP address versi 4 (atau IPv4 address) adalah kobinasi nomor 32-bit yang biasanya terwakili dalam potongan dari 4-8 byte desimal yang dipisahkan oleh titik-titik (.).
Contoh IPv4 Addres: 192.168.0.10.

Pengertian IPv6 Address
IP address versi 6 (atau IPv6 address) adalah kombinasi nomor 128-bit yang biasanya terwakili dalam potongan 8 digit heksadesimal 16-bit huruf, yang dipisahkan oleh titik dua (: ). Contoh IPv6 Addres: 2001:0500:0088:0200:0000:0000:0000:0010.
Untuk memudahkan penggunaan, IPv6 address dapat disingkat menjadi representasi yang lebih pendek. Pertama, angka nol yang mewakili dapat dihilangkan dari setiap huruf heksadesimal. Kedua, satu kelompok kata berturut-turut yang semuanya nol bisa diganti dengan kolon ganda (: : ) – tapi perlu perhatikan bahwa ini hanya bisa dilakukan satu kali, dan hanya dapat dilakukan pada satu kelompok angka nol saja.

Kekurangan dan Kelebihan IPv4 dan IPv6
IPv4 : jumlah alamat menggunakan 32 bit sehingga jumlah alamat unik yang didukung terbatas yaitu 4.294.967.296 atau lebih dari 4 miliar alamat IP saja. NAT hanya mampu memperlambat penggunaan tak berujung jumlah alamat IPv4, tapi tetap saja, karena pada dasarnya IPv4 menggunakan 32 bit sehingga tidak mengimbangi pertumbuhan dunia internet.

IPv6 : Menggunakan 128 bit untuk mendukung 3.4 x 10 ^ 38 alamat IP yang unik. Sebuah jumlah yang sangat besar dan lebih dari cukup untuk memecahkan masalah terbatasnya jumlah alamat di IPv4 secara permanen.

2.         ROUTING
IPv4 : routing kinerja menurun dengan ukuran pertumbuhan tabel routing. Penyebab pemeriksaan sundulan MTU di setiap router dan hop switch. 

IPv6 : Dengan proses routing yang jauh lebih efisien dari pendahulunya, IPv6 memiliki kemampuan untuk mengelola tabel routing yang besar.

3.         MOBILITAS
IPv4 : Dukungan untuk mobilitas dibatasi oleh kemampuan roaming saat beralih dari satu jaringan ke yang lain. 

IPv6 : Memenuhi kebutuhan mobilitas tinggi melalui roaming dari satu jaringan ke jaringan sementara yang lain masih mempertahankan kelangsungan sambungan. Fitur ini mendukung perkembangan aplikasi.

4.         KEAMANAN
IPv4 : Meskipun umum digunakan dalam mengamankan jaringan IPv4, IPsec header tambahan pilihan fitur pada standar IPv4. 

IPv6 : IPsec dikembangkan sejalan dengan IPv6. Header IPsec menjadi fitur wajib dalam implementasi IPv6 standar.

5.    KONFIRGURASI
IPv4 : ketika sebuah host terhubung ke jaringan, konfigurasi dilakukan secara manual. 

IPv6 : memiliki konfigurasi otomatis stateless dimana ketika sebuah host terhubung ke jaringan, konfigurasi dilakukan secara otomatis.

Perbedaan IPv4 dan IPv6 :
                              IPv4
                              IPv6
Panjang alamat 32 bit.
Panjang alamat 128 bit.
Konfigurasi secara manual atau DHCP
Bisa menggunakan address autoconfiguration
Dukungan terhadap IPsec Opsional
Dukungan terhadap IPsec Dibutuhkan
Checksum termasuk pada Header
Checksum tidak masuk dalam Header
Menggunakan ARP Request secara broadcast untuk  menterjemahkan alamat IPv4 ke alamat link-layer
ARP Request diganti oleh Neighbor Solitcitation secara multicast
Untuk Mengelola grup pada subnet lokal digunakan Internet Group Management protocol (IGMP)
IGMP telah digantikan fungsinya oleh Multicast Listener Discovery (MLD)
Fragmentasi dilakukan oleh pengirim dan ada router, menurunkan kinerja router
Fragmentasi dilakukan hanya oleh pengirim
Tidak mensyaratkan ukuran paket pada link-layer dan harus bisa menyusun kembali paket berukuran 576 byte.
Paket Link Layer harus mendukung ukuran paket 1280 byte dan harus bisa menyusun kembali paket berukuran 1500 byte

Senin, 17 Desember 2018

Topologi Jaringan Komputer

TOPOLOGI Jaringan Komputer

           Pengertian topologi jaringan komputer adalah suatu cara atau konsep untuk menghubungkan beberapa atau banyak komputer sekaligus menjadi suatu jaringan yang saling terkoneksi. Dan setiap macam topologi jaringan komputer akan berbeda dari segi kecepatan pengiriman data, biaya pembuatan, serta kemudahan dalam proses maintenancenya. Dan juga setiap jenis topologi jaringan komputer memiliki kelebihan serta kekurangannya masing-masing. Ada banyak macam topologi seperto topologi star, topologi ring, topologi bus, topologi mesh, dan topologi tree.

cara pengerjaannya adalah :
1. Masukkan gambar router , switch, dan pc.
2. Kita connection dari router, ke switch , ke pc.
2. Mengatur IP Address di gambar router dengan GigabitEthernet0/0 : 192.168.10.1 dan GigabitEthernet0/1 : 192.168.11.1
3. Lalu setelah itu klik On di port status , dia akan menyambungkan router ke pc.
4. Di pc pertama, kita akan mengatur gateway : 192.168.10.1 lalu ke dekstop klik IP Configuration nanti kita mengatur IP Address : 192.168.10.2
5. Di pc ke-dua, kita akan mengatur gateway : 192.168.10.1 lalu ke dekstop klik IP Configuration nanti kita mengatur IP Address : 192.168.10.3
6. Di pc ke-tiga, kita akan mengatur gateway : 192.168.10.1 lalu ke dekstop klik IP Configuration nanti kita mengatur IP Address : 192.168.10.3
7. Di pc ke-empat, kita akan mengatur gateway : 192.168.11.1 lalu ke dekstop klik IP Configuration nanti kita mengatur IP Address : 192.168.11.2
8. Di pc ke-lima, kita akan mengatur gateway : 192.168.11.1 lalu ke dekstop klik IP Configuration nanti kita mengatur IP Address : 192.168.11.3
9. Setelah sudah melakukan semuanya , maka kita mencoba mengirim pesan dari router ke pc dan selanjutnya melakukan hal yang sama.
10. Setelah sudah menyambung atau succes semua berarti sudah menghubung semuanya.





*Perbaikan Nilai Jaringan Komputer

Kamis, 06 Desember 2018

Materi Routing atau Router

Apa itu Routing atau Router ?

Routing adalah proses seleksi bila perangkat memiliki beberapa jalur untuk mencapai tujuan. Routing dilakukan oleh perangkat jaringan khusus yang disebut router atau bisa dilakukan dengan bantuan software khusus. Software berbasis router memiliki keterbatasan fungsionalitas dan cakupan yang terbatas.
Router selalu dikonfigurasi dengan beberapa default route. Default route memberitahu router bagaimana cara untuk meneruskan packet jika tidak ada route yang ditemukan untuk tujuan tertentu. Jika ada beberapa jalur yang ada untuk mencapai tujuan yang sama, router dapat mengambil keputusan berdasarkan informasi berikut:
      1.      Hop Count
      2.      Bandwidth
      3.      Metric
      4.      Prefix-length

      5.      Delay

Jenis-jenis routing ..
Routes dapat dikonfigurasi secara statis atau secara dinamis. Routing memiliki beberapa jenis, antara lain:
      1.      Unicast routing
Sebagian besar traffic di internet dan intranet dikenal sebagai unicast data atau unicast traffic. Unicast dikirim dengan tujuan yang ditentukan. Routing unicast data melalui internet disebut unicast routing. Unicast routing adalah bentuk perutean yang paling sederhana karena tujuannya sudah diketahui. Oleh karena itu router hanya harus mencari tabel routing dan meneruskan paket ke hop berikutnya.
      2.      Broadcast routing
Secara default, broadcast packets tidak di route dan diteruskan oleh router pada jaringan apapun. Router membuat broadcast domain. Tapi bisa dikonfigurasi untuk meneruskan broadcast dalam beberapa special case. Broadcast message ditujukan ke semua perangkat jaringan. Broadcast routing bisa dilakukan dengan dua cara (algoritma):
      1.      Router membuat paket data dan kemudian mengirimkannya ke masing-masing host satu per satu. Dalam kasus ini, router membuat banyak salinan paket data tunggal dengan alamat tujuan yang berbeda. Semua paket dikirim sebagai unicast tapi karena dikirim ke semua, itu mensimulasikan seolah-olah router sedang menyiarkan. Metode ini menghabiskan banyak bandwidth dan router harus config address tujuan dari masing-masing node.
      2.      Kedua, ketika router menerima paket yang akan dibroadcast, Semua router dikonfigurasi dengan cara yang sama.

Metode ini mudah untuk router CPU, namun bisa menyebabkan masalah paket duplikat yang diterima dari router peer. Reverse path forwarding adalah teknik, di mana router mengetahui sebelumnya tentang pendahulunya dari mana seharusnya menerima siaran. Teknik ini digunakan untuk mendeteksi dan membuang duplikat.

3.      Multicast Routing

Multicast routing adalah special case dari broadcast routing dengan perbedaan dan tantangan yang signifikan. Dalam broadcast routing, paket dikirim ke semua node bahkan jika mereka tidak menginginkannya. Tapi di multicast routing, data dikirim kepada node yang ingin menerima paket atau di setting untuk menerima paket.

Router harus tahu bahwa ada node, yang ingin menerima multicast packets (atau stream). Multicast routing bekerja mencakup tree protokol untuk menghindari looping. Multicast routing juga menggunakan teknik reverse path Forwarding, untuk mendeteksi dan membuang duplikat dan loop.

4.      Anycast Routing

Anycast packet forwarding adalah mekanisme dimana beberapa host dapat memiliki logical address yang sama. Ketika sebuah paket yang ditujukan ke logical address diterima, maka dikirim ke host yang paling dekat dengan topologi routing.



Anycast routing dilakukan dengan bantuan DNS server. Setiap anycast paket diterima, lalu akan bertanya ke DNS kemana harus mengirimkanya. DNS menyediakan alamat IP yang merupakan IP terdekat yang terkonfigurasi di atasnya.

     Jenis Konfigurasi Routing
      1.      Minimal routing
       Minimal routing yaitu proses routing sederhana dan biasanya hanya pemakaian lokal saja.
      2.      Static routing
     Static routing dibangun pada jaringan yang memiliki banyak gateway (untuk jaringan kecil dan stabil).
      3.      Dynamic routing
      Dynamic routing digunakan pada jaringan yang memiliki lebih dari satu rute, memerlukan routing protocol untuk membuat table routing yang dapat memakan resource komputer.

Konsep Dasar Routing
Bahwa dalam jaringan WAN kita sering mengenal yang namanya TCP/IP (Transmission Control Protocol/ Internet Protocol) sebagai alamat sehingga pengiriman paket data dapat sampai ke alamat yang dituju (host tujuan). TCP/IP membagi tugas masing-masingmulai dari penerimaan paket data sampai pengiriman paket data dalam sistem sehingga jika terjadi permasalahan dalam pengiriman paket data dapat dipecahkan dengan baik. Berdasarkan pengiriman paket data routing dibedakan menjadi routing lansung dan routing tidak langsung.
       1.       Routing langsung
Merupakan sebuah pengalamatan secara langsung menuju alamat tujuan tanpa melalui host lain. Contoh: sebuah komputer dengan alamat 192.168.1.2 mengirimkan data ke komputer dengan alamat 192.168.1.3
       2.       Routing tidak langsung

merupakan sebuah pengalamatan yang harus melalui alamat host lain sebelum menuju alamat hort tujuan. (contoh: komputer dengan alamat 192.168.1.2 mengirim data ke komputer dengan alamat 192.1681.3, akan tetapi sebelum menuju ke komputer dengan alamat 192.168.1.3, data dikirim terlebih dahulu melalui host dengan alamat 192.168.1.5 kemudian dilanjutkan ke alamat host tujuan.

Router atau perangkat-perangkat lain yang dapat melakukan fungsi routing, membutuhkan informasi sebagai berikut :
      1.      Alamat Tujuan/Destination Address – Tujuan atau alamat item yang akan dirouting
      2.      Mengenal sumber informasi – Dari mana sumber (router lain) yang dapat dipelajari oleh router dan memberikan jalur sampai ke tujuan.
      3.      Menemukan rute – Rute atau jalur mana yang mungkin diambil sampai ke tujuan.
      4.      Pemilihan rute – Rute yang terbaik yang diambil untuk sampai ke tujuan.
      5.      Menjaga informasi routing – Suatu cara untuk menjaga jalur sampai ke tujuan yang sudah diketahui dan paling sering dilalui.
Metode Routing Statik dan Routing Dinamik
Ada dua metode untuk memberitahu router bagaimana cara meneruskan paket ke jaringan yang tidak terhubung langsung (not directly connected) di badan router.
Routing Statik
Routing Dinamik
Rute yang dipelajari oleh router ketika seorang administrator membentuk rute secara manual. Administrator harus memperbarui atau mengupdate  rute statik ini secara manual ketika terjadi perubahan topologi antar jaringan (internetwork).
Rute secara Dinamik dipelajari oleh router setelah seorang administrator mengkonfigurasi sebuah protokol routing yang membantu menentukan rute. Tidak seperti rute Statik, pada rute Dinamik, sekali seorang administrator jaringan mengaktifkan rute Dinamik, maka rute akan diketahui dan diupdate secara otomatis oleh sebuah proses routing ketika terjadi perubahan topologi jaringan yang diterima dari “internetwork” .

Keuntungan Routing Statik dan Routing Dinamik
Adapun kekurangan dan kelebihan dari routing statik dan  routing dinamik, yaitu :
No.
Keterangan
Keuntungan
Kelebihan
1.
Routing Statik
Lebih aman daripada dynamic routing terhadap metode spoofing (penyerangan jaringan).

= Rentan terhadap kesalahan penulisan.
= Lebih merepotkan dibandingkan dynamic routing.
2.
Routing Dinamik
=Lebih mudah untuk mengatur network yang besar. 
=Akan memilih jalur lain yang ada bila suatu jalur rusak. 

= Jalur ditentukan oleh sistem bukan admin. 
= Butuh RAM untuk menentukan jalur terbaik bila terjadi down. 
= Update ARP table dibagikan ke semua komputer berarti mengkomsumsi bandwith. 

Perbedaan Routing Statik dan Routing Dinamik

Routing Statistik
Routing Dinamik
  Berfungsi pada protokol IP 
  Router tidak dapat membagi informasi routing 
  Routing table dibuat dan dihapus secara manual 
  Tidak menggunakan routing protocol 
  Microsoft mendukung multihomed system seperti router
  Berfungsi pada inter routing protocol 
  Router membagi informasi routing scara otomatis 
  Routing table dibuat dan dihapus secara otomatis 
  Terdapat routing protoxol, seperti RIP / OSP 
  Microsoft mendukung RIP untuk IP dan IPX / Spx

Bentuk Routing
  1. Direct Routing (direct delivery), paket dikirimkan dari satu mesin ke mesin lain secara langsung (host berada pada jaringan fisik yang sama) sehingga tidak perlu melalui mesin lain atau gateway.
  2. Indirect Routing (indirect delivery), paket dikirimkan dari suatu mesin ke mesin yang lain yang tidak terhubung langsung (berbeda jaringan) sehingga paket akan melewati satu atau lebih gateway atau network yang lain sebelum sampai ke mesin yang dituju. 


Komponen Routing
Dalam komponen routing terdapat dua jenis komponen yaitu RIB dan FIB, berikut penjelasannya :

1. RIB (routing information base)
   Atau juga sering disebut table routing. RIB berisi daftar rute ke jaringan tertentu dan juga berisi metric (nilai/prioritas) dari masing-masing rute. Untuk table RIB bisa dilihat di menu IP > Routes > Routes List.
Fungsi RIB :
      1.      Menyaring informasi routing dari semua jenis routing protocol.
      2.      Mengkalkulasi dan memilih jalur terbaik ke jaringan tertentu.Mendistribusikan informasi routing ke routing protocol lain.

2. FIB (Forwarding Information Base)

    Merupakan hasil olahan dari RIB yang telah tersaring atau informasi routing yang disimpan dalam cache. Secara default 
(bila tidak ada ‘routing mark’ yang digunakan) semua rute aktif akan ada pada tabel routing utama (main), pada komponen ini hanya ada satu rule implicit yang tersembunyi bernama rule catch all yang menggunakan tabel utama untuk semua pencarian routing.

Penjelasan Fungsi dan Manfaat Tentang ICMP, POP3, SMTP, FTP, ARP dan Penjelasan Tentang Mengenai IPv4 dan IPv6  1.       ICMP A...