Kamis, 06 Desember 2018

Materi Routing atau Router

Apa itu Routing atau Router ?

Routing adalah proses seleksi bila perangkat memiliki beberapa jalur untuk mencapai tujuan. Routing dilakukan oleh perangkat jaringan khusus yang disebut router atau bisa dilakukan dengan bantuan software khusus. Software berbasis router memiliki keterbatasan fungsionalitas dan cakupan yang terbatas.
Router selalu dikonfigurasi dengan beberapa default route. Default route memberitahu router bagaimana cara untuk meneruskan packet jika tidak ada route yang ditemukan untuk tujuan tertentu. Jika ada beberapa jalur yang ada untuk mencapai tujuan yang sama, router dapat mengambil keputusan berdasarkan informasi berikut:
      1.      Hop Count
      2.      Bandwidth
      3.      Metric
      4.      Prefix-length

      5.      Delay

Jenis-jenis routing ..
Routes dapat dikonfigurasi secara statis atau secara dinamis. Routing memiliki beberapa jenis, antara lain:
      1.      Unicast routing
Sebagian besar traffic di internet dan intranet dikenal sebagai unicast data atau unicast traffic. Unicast dikirim dengan tujuan yang ditentukan. Routing unicast data melalui internet disebut unicast routing. Unicast routing adalah bentuk perutean yang paling sederhana karena tujuannya sudah diketahui. Oleh karena itu router hanya harus mencari tabel routing dan meneruskan paket ke hop berikutnya.
      2.      Broadcast routing
Secara default, broadcast packets tidak di route dan diteruskan oleh router pada jaringan apapun. Router membuat broadcast domain. Tapi bisa dikonfigurasi untuk meneruskan broadcast dalam beberapa special case. Broadcast message ditujukan ke semua perangkat jaringan. Broadcast routing bisa dilakukan dengan dua cara (algoritma):
      1.      Router membuat paket data dan kemudian mengirimkannya ke masing-masing host satu per satu. Dalam kasus ini, router membuat banyak salinan paket data tunggal dengan alamat tujuan yang berbeda. Semua paket dikirim sebagai unicast tapi karena dikirim ke semua, itu mensimulasikan seolah-olah router sedang menyiarkan. Metode ini menghabiskan banyak bandwidth dan router harus config address tujuan dari masing-masing node.
      2.      Kedua, ketika router menerima paket yang akan dibroadcast, Semua router dikonfigurasi dengan cara yang sama.

Metode ini mudah untuk router CPU, namun bisa menyebabkan masalah paket duplikat yang diterima dari router peer. Reverse path forwarding adalah teknik, di mana router mengetahui sebelumnya tentang pendahulunya dari mana seharusnya menerima siaran. Teknik ini digunakan untuk mendeteksi dan membuang duplikat.

3.      Multicast Routing

Multicast routing adalah special case dari broadcast routing dengan perbedaan dan tantangan yang signifikan. Dalam broadcast routing, paket dikirim ke semua node bahkan jika mereka tidak menginginkannya. Tapi di multicast routing, data dikirim kepada node yang ingin menerima paket atau di setting untuk menerima paket.

Router harus tahu bahwa ada node, yang ingin menerima multicast packets (atau stream). Multicast routing bekerja mencakup tree protokol untuk menghindari looping. Multicast routing juga menggunakan teknik reverse path Forwarding, untuk mendeteksi dan membuang duplikat dan loop.

4.      Anycast Routing

Anycast packet forwarding adalah mekanisme dimana beberapa host dapat memiliki logical address yang sama. Ketika sebuah paket yang ditujukan ke logical address diterima, maka dikirim ke host yang paling dekat dengan topologi routing.



Anycast routing dilakukan dengan bantuan DNS server. Setiap anycast paket diterima, lalu akan bertanya ke DNS kemana harus mengirimkanya. DNS menyediakan alamat IP yang merupakan IP terdekat yang terkonfigurasi di atasnya.

     Jenis Konfigurasi Routing
      1.      Minimal routing
       Minimal routing yaitu proses routing sederhana dan biasanya hanya pemakaian lokal saja.
      2.      Static routing
     Static routing dibangun pada jaringan yang memiliki banyak gateway (untuk jaringan kecil dan stabil).
      3.      Dynamic routing
      Dynamic routing digunakan pada jaringan yang memiliki lebih dari satu rute, memerlukan routing protocol untuk membuat table routing yang dapat memakan resource komputer.

Konsep Dasar Routing
Bahwa dalam jaringan WAN kita sering mengenal yang namanya TCP/IP (Transmission Control Protocol/ Internet Protocol) sebagai alamat sehingga pengiriman paket data dapat sampai ke alamat yang dituju (host tujuan). TCP/IP membagi tugas masing-masingmulai dari penerimaan paket data sampai pengiriman paket data dalam sistem sehingga jika terjadi permasalahan dalam pengiriman paket data dapat dipecahkan dengan baik. Berdasarkan pengiriman paket data routing dibedakan menjadi routing lansung dan routing tidak langsung.
       1.       Routing langsung
Merupakan sebuah pengalamatan secara langsung menuju alamat tujuan tanpa melalui host lain. Contoh: sebuah komputer dengan alamat 192.168.1.2 mengirimkan data ke komputer dengan alamat 192.168.1.3
       2.       Routing tidak langsung

merupakan sebuah pengalamatan yang harus melalui alamat host lain sebelum menuju alamat hort tujuan. (contoh: komputer dengan alamat 192.168.1.2 mengirim data ke komputer dengan alamat 192.1681.3, akan tetapi sebelum menuju ke komputer dengan alamat 192.168.1.3, data dikirim terlebih dahulu melalui host dengan alamat 192.168.1.5 kemudian dilanjutkan ke alamat host tujuan.

Router atau perangkat-perangkat lain yang dapat melakukan fungsi routing, membutuhkan informasi sebagai berikut :
      1.      Alamat Tujuan/Destination Address – Tujuan atau alamat item yang akan dirouting
      2.      Mengenal sumber informasi – Dari mana sumber (router lain) yang dapat dipelajari oleh router dan memberikan jalur sampai ke tujuan.
      3.      Menemukan rute – Rute atau jalur mana yang mungkin diambil sampai ke tujuan.
      4.      Pemilihan rute – Rute yang terbaik yang diambil untuk sampai ke tujuan.
      5.      Menjaga informasi routing – Suatu cara untuk menjaga jalur sampai ke tujuan yang sudah diketahui dan paling sering dilalui.
Metode Routing Statik dan Routing Dinamik
Ada dua metode untuk memberitahu router bagaimana cara meneruskan paket ke jaringan yang tidak terhubung langsung (not directly connected) di badan router.
Routing Statik
Routing Dinamik
Rute yang dipelajari oleh router ketika seorang administrator membentuk rute secara manual. Administrator harus memperbarui atau mengupdate  rute statik ini secara manual ketika terjadi perubahan topologi antar jaringan (internetwork).
Rute secara Dinamik dipelajari oleh router setelah seorang administrator mengkonfigurasi sebuah protokol routing yang membantu menentukan rute. Tidak seperti rute Statik, pada rute Dinamik, sekali seorang administrator jaringan mengaktifkan rute Dinamik, maka rute akan diketahui dan diupdate secara otomatis oleh sebuah proses routing ketika terjadi perubahan topologi jaringan yang diterima dari “internetwork” .

Keuntungan Routing Statik dan Routing Dinamik
Adapun kekurangan dan kelebihan dari routing statik dan  routing dinamik, yaitu :
No.
Keterangan
Keuntungan
Kelebihan
1.
Routing Statik
Lebih aman daripada dynamic routing terhadap metode spoofing (penyerangan jaringan).

= Rentan terhadap kesalahan penulisan.
= Lebih merepotkan dibandingkan dynamic routing.
2.
Routing Dinamik
=Lebih mudah untuk mengatur network yang besar. 
=Akan memilih jalur lain yang ada bila suatu jalur rusak. 

= Jalur ditentukan oleh sistem bukan admin. 
= Butuh RAM untuk menentukan jalur terbaik bila terjadi down. 
= Update ARP table dibagikan ke semua komputer berarti mengkomsumsi bandwith. 

Perbedaan Routing Statik dan Routing Dinamik

Routing Statistik
Routing Dinamik
  Berfungsi pada protokol IP 
  Router tidak dapat membagi informasi routing 
  Routing table dibuat dan dihapus secara manual 
  Tidak menggunakan routing protocol 
  Microsoft mendukung multihomed system seperti router
  Berfungsi pada inter routing protocol 
  Router membagi informasi routing scara otomatis 
  Routing table dibuat dan dihapus secara otomatis 
  Terdapat routing protoxol, seperti RIP / OSP 
  Microsoft mendukung RIP untuk IP dan IPX / Spx

Bentuk Routing
  1. Direct Routing (direct delivery), paket dikirimkan dari satu mesin ke mesin lain secara langsung (host berada pada jaringan fisik yang sama) sehingga tidak perlu melalui mesin lain atau gateway.
  2. Indirect Routing (indirect delivery), paket dikirimkan dari suatu mesin ke mesin yang lain yang tidak terhubung langsung (berbeda jaringan) sehingga paket akan melewati satu atau lebih gateway atau network yang lain sebelum sampai ke mesin yang dituju. 


Komponen Routing
Dalam komponen routing terdapat dua jenis komponen yaitu RIB dan FIB, berikut penjelasannya :

1. RIB (routing information base)
   Atau juga sering disebut table routing. RIB berisi daftar rute ke jaringan tertentu dan juga berisi metric (nilai/prioritas) dari masing-masing rute. Untuk table RIB bisa dilihat di menu IP > Routes > Routes List.
Fungsi RIB :
      1.      Menyaring informasi routing dari semua jenis routing protocol.
      2.      Mengkalkulasi dan memilih jalur terbaik ke jaringan tertentu.Mendistribusikan informasi routing ke routing protocol lain.

2. FIB (Forwarding Information Base)

    Merupakan hasil olahan dari RIB yang telah tersaring atau informasi routing yang disimpan dalam cache. Secara default 
(bila tidak ada ‘routing mark’ yang digunakan) semua rute aktif akan ada pada tabel routing utama (main), pada komponen ini hanya ada satu rule implicit yang tersembunyi bernama rule catch all yang menggunakan tabel utama untuk semua pencarian routing.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Penjelasan Fungsi dan Manfaat Tentang ICMP, POP3, SMTP, FTP, ARP dan Penjelasan Tentang Mengenai IPv4 dan IPv6  1.       ICMP A...