Pengertian
dari Switch ..
Switch
adalah sebuah perangkat keras yang terdapat pada jaringan komputer yang
berfungsi sebagai alat penghubung antar komputer. Switch pun bekerja pada
lapisan data link. Sebenarnya cara kerja yang dimiliki switch pun hampir sama
dengan Bridge, hanya bedanya switch memiliki beberapa port sehingga switch pun
seringkali disebut juga sebagai “Multi
Ports bridge”. Biasanya, Switch digunakan di jaringan yang menggunakan
Topologi star. Sedangkan, apa itu pengertian dari “Switch jaringan”. Switch Jaringan merupakan alat dari jaringan yang
dapat melakukan bridging secara transparan yang dapat menghubungkan segmentasi
dari banyak sekali jaringan beserta dengan forwarding dan berdasarkan oleh
alamat MAC. Selain itu, Switch jaringan pun dapat digunakan untuk menghubungkan
komputer dan juga router pada
sebuah area yang telah ditentukan sebelumnya atau terbatas.
Fungsi
dari Switch untuk Jaringan Komputer ..
Switch dapat berfungsi sebagai penghubung antara beberapa
perangkat yang terdapat di jaringan komputer. Misalnya saja perangkat seperti
komputer, router, modem dan juga perangkat yang lainnya. Switch menerima pesan
yang telah dihubungkan dengan nya dan kemudian akan meneruskan atau mengirimkan
pesan tersebut ke beberapa perangkat yang telah dimaksud. Dengan
arti kata lain mungkin kita juga bisa menyebut switch sebagai Konsentrator atau
sebuah Sentral pada sebuah jaringan. Banyak orang yang setuju bahwa Switch
merupakan perangkat yang lebih “cerdas” dari pada hub , sebuah perangkat yang
juga memiliki fungsi sebagai penghubung yang menerima pesan dan mengirimkannya
ke semua perangkat yang terdapat dalam sebuah jaringan. Switch
juga mencakup dari yang channel sedikit sampai channel banyak, dan
berbagai merk switch spesifikasi
terbaik mulai dari Allied Telesis, ASUS, Buffalo, Cisco, DELL,
D-Link, Edimax, HP, Huawei, Mikrotik, Motorola, Netgear, Tenda, Totolink,
TP-Link, dan lain-lain.
Switch
dianggap lebih cerdas karena mampu melakukan pengecekan pada frame yang error
dan kemudian memblok frame tersebut. Switch jaringan ini memerankan peran yang
penting, terutama untuk area lokal yang telah modern seperti misalnya Ethernet
atau LAN. Beberapa kantor dengan ukuran yang besar mungkin menggunakan lebih
dari 1 switch. Namun rumah kantor atau kantor kecil (SOHO) biasanya hanya
menggunakan 1 switch atau switch tunggal.
Jenis
Switch pada Jaringan Komputer ..
1.
Fast
Forward / Cut through.
Jenis switch
yang pertama ini hanya melakukan pengecekan alamat tujuan yang terletak pada
header frame. Kemudian frame ini akan dilanjutkan kepada host tujuan. Kondisi
yang terjadi inipun dapat membuat latency time. Meskipun begitu, switch jenis
ini merupakan yang tercepat di jenisnya.
2.
Store
and Forward.
Switch
dengan jenis ini biasanya akan menyimpan frame untuk rentang waktu tertentu
yang kemudian akan di cek terlebih dahulu oleh sistem CRC (Cyclic Redudancy
Check) yang kemudian akan diteruskan menuju host yang menjadi tujuannya. Jika
ditemukan adanya frame yang error, maka akan dibuang. Switch ini merupakan
switch yang paling dipercaya di antara yang lainnya.
3.
Modified
Cut through atau Fragment free Switch.
Switch jenis
ini akan melakukan pemeriksaan pada 64 byte pertama dari frame. Jika ada frame
yang mengalami kesalahan dikarenakan tabrakan, maka frame tersebut biasanya
tidak akan diteruskan. Hal ini akan selalu menjamin frame untuk sampai pada
tujuan yang dimaksud. Jumlah 64 byte ini dipilih karena merupakan jumlah
minimum yang dianggap krusial dan penting untuk melakukan pengecekan apakah
sebuah frame baik-baik saja atau error.
4. Adaptive Switching
Switch ini dibuat untuk dioperasikan
pada cut through dengan model normal. Namun jika ditemukan kealahan yang
dianggap terlalu tinggi, maka switch biasanya akan melakukan konfigurasi
kembali secara otomatis yang kemudian akan dijalankan pada mode store and
forward.
Pengertian
Switch Managed dan Switch Unmanaged ..
Switch adalah perangkat yang
menghubungkan segmen jaringan dimana switch ethernet dapat di golongkan menjadi
2 , yaitu :
1. Switch
Managed
Switch
Managed adalah switch yang dapat kita konfigurasi sesuai
dengan kebutuhan network kita agar lebih efisien dan maksimah sehingga bisa di
atur untuk kebutuhan jaringan tertentu.
2. Switch
Unmanaged
Switch
Unmanaged adalah switch yang tidak di manage atau tidak di
konfigurasi, maksudnya adalah switch tersebut pada saat kita membelinya sudah
siap untuk digunakan dengan baik.
Secara
fungsi kedua jenis switch sama yaitu sebagai media penghubung dalam jaringan
yang sama, memperbesar skala jaringan atau digunakan dengan mudah untuk
menambahkan PC dalam jaringan yang sama.
Perbedaan
Switch Managed dan Switch Unmanaged ..
1. Switch
Unmanaged biasanya lebih murah dari switch manageable.
Hal ini wajar karena kemampuan switch unmanaged hanya
terbatas pada fungsi dasar yaitu fungsi Address Learning dan fungsi
penerus/penyaring data. Switch manageable umumnya lebih mahal namun kehandalannya
sebanding dengan harga jenis switch ini.
2. Pengaturan
switch
Switch unmanageable hanya bisa meneruskan data, switch
jenis ini tidak bisa diatur-atur, semua pengaturan pada switch sifatnya tetap
dan tidak bisa diubah-ubah. Switch manageable bisa diatur atau dikonfigur
sedemikian rupa agar mampu meningkatkan performa switch dalam meneruskan data.
Switch manageable juga dilengkapi dengan fitur-fitur yang digunakan untuk
mengatur lalu lintas data.
3. Virtual LAN
Switch jenis manageable dilengkapi sebuah fitur yang
sangat popular dan juga sangat bermanfaat yaitu Virtual LAN atau VLAN. VLAN
merupakan fitur dari switch yang membuat atau mengijinkan beberapa segment LAN
untuk menggunakan sebuah hardware switch secara bersama-sama. Prinsipnya adalah
VLAN mengelompokan port-port dari sebuah hardware switch secara logika dimana port-port
tersebut dikelompokan berdasarkan segment LAN. Jadi biasanya satu switch hanya
bisa dipakai oleh satu LAN namun dengan VLAN sebuah switch bisa dipakai oleh
lebih dari satu LAN dan lalu lintas datanya pun tidak saling bercampur meskipun
menggunakan hardware yang sama. Hal ini tidak terdapat pada switch unmanage.
4. Redundancy
Dalam networking Redundancy adalah kemampuan untuk
menyediakan jalur cadangan selain jalur utama dan ketika jalur utama terputus,
proses data transfer melewati jaringan backup. Fungsi Redundancy pada switch
manage bisa diatur secara otomatis, ketika terjadi masalah link utama maka link
backup langsung mengambil alih fungsi link utama. Pada switch unmanage
Redundancy tidak bisa diterapkan secara otomatis seperti pada Manage switch.
5. Prioritas
lalu lintas data
Switch unmanaged tidak bisa mengatur prioritas lalu
lintas data mana saja yang lebih dahulu atau diutamakan untuk dikirim, semua
jenis data prioritasnya sama, tidak ada yang lebih istimewa.
Pada switch jenis manage, prioritas terhadap jenis data mana yang dikirim terlebih dahulu bisa dilakukan. Misalnya data yang berisikan percakapan atau suara bisa lebih diprioritas dari pada data jenis lainnya.
Pada switch jenis manage, prioritas terhadap jenis data mana yang dikirim terlebih dahulu bisa dilakukan. Misalnya data yang berisikan percakapan atau suara bisa lebih diprioritas dari pada data jenis lainnya.
6. Fungsi
monitoring
Pada switch jenis unmanage tidak ada fungsi monitoring
terhadap kondisi switch. Switch unmanage dipasang dijaringan tanpa bisa dicek
melalui network apakah switch tersebut On atau Off. Pengecekan hanya bisa
dilakukan dengan memastikan bahwa data yang terkirim ke tujuan melalui switch
tersebut telah sampai.
Sistem
dari Switch ..
1. Selektor
Selektor merupakan alat pemilih yang menghubungkan satu
masukkan (inlet) dengan beberapa pilihan keluaran (outlet). Selektor
elektromekanik digerakkan secara elektromagnetik maupun dengan mempergunakan
elektromotor. Selektor banyak digunakan pada awal teknologi switching. Selektor
dalam keadaan awal berada pada home position, saat menerima impuls dari
telepon, wiper selektor akan berpindah. Perpindahannya ditentukan oleh besarnya
impuls tadi. Setiap output selector dihubungkan dengan telepon lain.
Selektor yang hanya memiliki outlet satu arah disebut
Uniselector, sedangkan yang memiliki outlet pada sisi horizontal dan vertikal
disebut Two-Motion Selector. Selektor yang digunakan untuk switching adalah
Two-motion selector. Selektor ini memiliki 10 baris outlet dan 10 kolom outlet,
sehingga 1 inlet dapat dihubungkan dengan 100 outlet. Digit pertama akan
menggerakkan wiper ke arah vertikal, sedangkan digit kedua ke arah horizontal.
2. Crossbar Switch
Crossbar
switch atau switch yang terdiri
dari garis/batang yang bersilangan adalah sistem switch yang menghubungkan
beberapa titik input output yang berbentuk matriks. Crossbar switch menggunakan
rele elektromagnet dan terdiri dari 10 horizontal bar yang digerakkan oleh 5
pasang rele elektromagnet dan 20 vertikal bar yang digerakkan 20 rele
elektromagnet, sehingga memiliki 200 titik persilangan.
3. Rele
Rele banyak digunakan sebagai komponen penbentuk sentral
telepon. Berdasarkan dasar fisika yang membentuk rele, rele terdiri atas rele elektrostatis,
rele elektromagnetis, rele thermo, SCR (Silicon Controlled Rectifier), Rele
cahaya dan transistor. Selektor dan crossbar pada dasarnya juga adalah rele,
namun memiliki banyak outlet.
Rele
clektromagnetis adalah rele
yang paling banyak digunakan sebelum ditemukan sentral digital, contohnya
adalah rele Reed dan rele Ferred. Rele ini menggunakan magnetik reed yang
memiliki kelebihan, antara lain frekuensi kontak yang besar, ukurannya kecil,
waktu kontaknya cepat serta dapat digerakkan hanya dengan pulsa satu mdetik. Pada
perkembangan selanjutnya rele elektronik banyak dipakai pada generasi switching
modern. Juga penggunaan rele elektronik dalam bentuk IC.
Macam-macam
Circuit Switching ..
1. Jaringan circuit switching
Digunakan untuk menghubungkan pasangan terminal dengan
cara menyediakan sirkuit atau kanal yang tersendiri dan terus menerus selama
hubungan berlangsung :
1.
Sirkuit yang
‘holded’ tidak dapat dipakai oleh yang lain
2.
Jumlah sirkuit /
kanal lebih kecil dibandingkan kapasitas
Jaringan circuit switching, kinerjanya tergantiung pada
loss bukan pada delay (tetapi pada digital switching juga menimbulkan delay).
Tiga fase yang terdapat dalam circuit switching, yaitu;
1. Pembentukan hubungan
2. Transfer data
3. Pembubaran (terminasi) hubungan
Jaringan circuit switching digunakan untuk hubungan yang bersifat :
1. Real time-spech (contoh : telepon)
2. Real time-data very high bit transmitted
Contoh :
1. Jaringan Telepon
2. ISDN (Integrated Services Digital Networks)
Dalam sistem ini pengirim yaitu rangkaian masukan disambungkan ke penerima atau rangkaian keluaran selama pengalihan informasi. Untuk tiap hubungan diperlukan satu rangkaian. Bilamana pihak yang dituju sibuk ataupun tidak berada dalam keadaan siap menerima informasi hubungan tidak dapat dilaksanakan atau gagal. Informasi yang hendak dikirmkan dapat hilang. Jaringan telepon menggunakan cara ini.
Untuk transmisi data, komunikasi biasanya dilakukan dengan cara melalui transmisi data dari sumber ke tujuan melalui simpul-simpul jaringan switching perantara. Simpul switching bertujuan menyediakan fasilitas switching yang akan memindah data dari simpul ke simpul sampai mencapai tujuan.
Ujung perangkat yang ingin melakukan komunikasi disebut station. Station bisa berupa komputer, terminal, telepon, atau perangkat komunikasi lainnya. Sedangkan perangkat yang tujuannya menyediakan komunikasi disebut simpul. Simpul-simpul saling dihubungkan melalui jalur transmisi. Masing-masing station terhubung ke sebuah simpul, dan kumpulan simpul-simpul itulah yang disebut sebagai jaringan komunikasi.
Simpul yang hanya terhubung dengan simpul lain, tugasnya hanya untuk switching data secara internal (ke jaringan). Sedangkan yang terhubung ke satu station atau lebih, fungsinya selain menerima data juga sekaligus mengirimkannya ke station yang terhubung.
Jalur simpul-simpul biasanya dimultiplexingkan, baik dengan menggunakan Frequency Division Multiplexing (FDM) maupun Time Division Multiplexing (TDM). Tidak ada saluran langsung diantara sepasang simpul. Sehingga diharapkan selalu memiliki lebih dari 1 jalur disepanjang jaringan untuk tiap pasangan station untuk mempertahankan reliabilitas jaringan.
Tiga fase yang terdapat dalam circuit switching, yaitu;
1. Pembentukan hubungan
2. Transfer data
3. Pembubaran (terminasi) hubungan
Jaringan circuit switching digunakan untuk hubungan yang bersifat :
1. Real time-spech (contoh : telepon)
2. Real time-data very high bit transmitted
Contoh :
1. Jaringan Telepon
2. ISDN (Integrated Services Digital Networks)
Dalam sistem ini pengirim yaitu rangkaian masukan disambungkan ke penerima atau rangkaian keluaran selama pengalihan informasi. Untuk tiap hubungan diperlukan satu rangkaian. Bilamana pihak yang dituju sibuk ataupun tidak berada dalam keadaan siap menerima informasi hubungan tidak dapat dilaksanakan atau gagal. Informasi yang hendak dikirmkan dapat hilang. Jaringan telepon menggunakan cara ini.
Untuk transmisi data, komunikasi biasanya dilakukan dengan cara melalui transmisi data dari sumber ke tujuan melalui simpul-simpul jaringan switching perantara. Simpul switching bertujuan menyediakan fasilitas switching yang akan memindah data dari simpul ke simpul sampai mencapai tujuan.
Ujung perangkat yang ingin melakukan komunikasi disebut station. Station bisa berupa komputer, terminal, telepon, atau perangkat komunikasi lainnya. Sedangkan perangkat yang tujuannya menyediakan komunikasi disebut simpul. Simpul-simpul saling dihubungkan melalui jalur transmisi. Masing-masing station terhubung ke sebuah simpul, dan kumpulan simpul-simpul itulah yang disebut sebagai jaringan komunikasi.
Simpul yang hanya terhubung dengan simpul lain, tugasnya hanya untuk switching data secara internal (ke jaringan). Sedangkan yang terhubung ke satu station atau lebih, fungsinya selain menerima data juga sekaligus mengirimkannya ke station yang terhubung.
Jalur simpul-simpul biasanya dimultiplexingkan, baik dengan menggunakan Frequency Division Multiplexing (FDM) maupun Time Division Multiplexing (TDM). Tidak ada saluran langsung diantara sepasang simpul. Sehingga diharapkan selalu memiliki lebih dari 1 jalur disepanjang jaringan untuk tiap pasangan station untuk mempertahankan reliabilitas jaringan.
2. Rounting dalam Circuit Switched
Efisiensi jaringan diperoleh dengan cara meminimisasi
switching dan kapasitas transmisi.
Keterangan:
1.
Pelanggan : a, b, c, d
2.
Local loop : link antara pelanggan dan jaringan.
Hampir semuanya menggunakan twisted pair. Panjangnya antara beberapa kilometer
dan beberapa puluh kilometer.
3.
Exchanges : switching lokal dalam sebuah jaringan.
4.
Switching Lokal mendukung pelanggan-pelanggan yang
dikenal dengan nama end office yang biasanya dapat mendukung beribu-ribu
pelanggan dalam local area.
5.
Trunks : cabang-cabang antara exchanges. Trunks
membawa multiple voice-frequency dengan menggunakan FDM (Frequency Division
Multiplex) atau synchronous TDM (Time Division Multiplex).
Jalur
komunikasi A – D terbentuk melalui routing yang terbaik dan akan tetap selama
komunikasi berlangsung/belum diputus oleh salah satu pihak.
Keuntungan
Teknik Switching
1.
Sekali koneksi terjadi:
ü Jaringan
transparan (seolah hanya koneksi langsung antar stations)
ü Fixed data
rate tanpa adanya delay
2.
Sangat baik untuk komunikasi real time
Kelemahan Teknik Switching
1.
Selama koneksi berlangsung, time slot akan selalu
diduduki walaupun tidak ada data yang dikirim
2.
Delay sebelum terbentuknya hubungan
(call set up delay)
3. Paket Switching
Sebuah metode yang digunakan untuk memindahkan data
dalam jaringan internet. Dalam packet switching, seluruh paket data yang
dikirim dari sebuah node akan dipecah menjadi beberapa bagian. Setiap bagian
memiliki keterangan mengenai asal dan tujuan dari paket data tersebut. Hal ini
memungkinkan sejumlah besar potongan-potongan data dari berbagai sumber dikirimkan
secara bersamaan melalui saluran yang sama, untuk kemudian diurutkan dan
diarahkan ke rute yang berbeda melalui router.
Packet Switching tidak mempergunakan kapasitas
transmisi yang melewati jaringan. Data dikirim keluar dengan menggunakan rangkaian
potongan-potongan kecil secara berurutan yang disebut paket.
Masing-masing paket melewati jaringan dari satu titik ke titik lain dari sumber
ke tujuan Pada setiap titik seluruh paket diterima, disimpan dengan cepat dan
ditransmisikan ke titik berikutnya.
Beberapa keuntungan yang diperoleh dari packet
switching :
1.
Efisiensi line
sangat tinggi; hubungan single node-to-node dapat dishare secara dinamis oleh
banyak paket. Paket-paket diqueue dan ditransmisikan secepat mungkin. Secara
kontras, dalam circuit switching, waktu pada link node-to-node adalah
dialokasikan terlebih dahulu menggunakan time-division multiplexing.
2.
Jaringan
packet-switched dapat membuat konversi data-rate. Dua buah station yang berbeda
data-ratenya dapat saling menukar paket.
3.
Ketika traffic
mulai padat, beberapa call diblok, yang menunjukkan jaringan menolak permintaan
koneksi tambahan sampai beban di jaringan menurun. Dalam packet switchied
network, paket masih dapat diterima akan tetapi delay delivery bertambah.
4.
Prioritas dapat
digunakan. Jadi kalau sebuah node mempunyai sejumlah queued packet untuk
ditransmisikan, paket dapat ditransmisikan pertama kali berdasarkan prioritas
yang lebih tinggi. Paket-paket ini mempunyai delay yang lebih kecil daripada
lower-priority packets.







Tidak ada komentar:
Posting Komentar