Pengertian Tentang Topologi Jaringan Komputer
Pengertian topologi
jaringan komputer adalah suatu cara atau konsep untuk
menghubungkan beberapa atau banyak komputer sekaligus menjadi suatu jaringan
yang saling terkoneksi. Dan setiap macam
topologi jaringan komputer akan berbeda dari segi
kecepatan pengiriman data, biaya pembuatan, serta kemudahan dalam proses
maintenance nya. Dan juga setiap jenis
topologi jaringan komputer memiliki kelebihan serta kekurangannya
masing-masing. ada banyak macam topologi seperti topologi ring, star, bus,
mesh, dan tree yang akan dibahas di blog belajar komputer ini.
Macam-Macam Topologi Jaringan Komputer
Topologi star atau bintang merupakan salah satu
bentuk topologi jaringan yang biasanya menggunakan switch/ hub untuk menghubungkan client satu dengan client yang
lain.
Karakteristik
Topologi STAR :
ü Setiap node
berkomunikasi langsung dengan konsentrator (HUB)
ü Bila setiap
paket data yang masuk ke consentrator (HUB) kemudian di
broadcast keseluruh node yang terhubung sangat banyak (misalnya memakai
hub 32 port), maka kinerja jaringan akan semakin turun.
ü Sangat mudah
dikembangkan
ü Jika salah
satu ethernet card rusak, atau salah satu kabel pada terminal putus,
maka keseluruhhan jaringan masih tetap bisa berkomunikasi atau tidak
terjadi down pada jaringan keseluruhan tersebut.
ü Tipe kabel
yang digunakan biasanya jenis UTP.
Kelebihan Topologi Star:
ü Apabila
salah satu komputer mengalami masalah, jaringan pada topologi ini tetap
berjalan dan tidak mempengaruhi komputer yang lain.
ü Bersifat
fleksibel
ü Tingkat
keamanan bisa dibilang cukup baik daripada topologi bus.
ü Kemudahan
deteksi masalah cukup mudah jika terjadi kerusakan pada jaringan.
Kekurangan Topologi Star:
ü Jika switch/ hub yang notabenya sebagai titik pusat mengalami masalah,
maka seluruh komputer yang terhubung pada topologi ini juga mengalami masalah.
ü Cukup membutuhkan
banyak kabel, jadi biaya yang dikeluarkan bisa dibilang cukup mahal.
Jaringan sangat tergantung pada terminal pusat.
Jaringan sangat tergantung pada terminal pusat.
Instalasi
Topologi star
Membuat sambungan dengan kabel UTP untuk penghubungan
antar PC dan perangkat lainya.
1.
Persiapkan kabel UTP dengan panjang
jangan lebih dari 100m, karena jika lebih maka dalam sharing data atau sumber
daya akan menjadi lamabat. Jika memang jarak antar perangkat terlalu jauh, maka
memerlukan switch atau bisa juga repeater untuk menyambungkan kabel UTP setiap
panjangnya mencapai 100m.
2.
Kupas 2 ujung kabel UTP bagian luar,
namun jangan mengupas kabel bagian dalam. Terdapat 8 kabel di dalamnya dengan
warna yang berbeda.
3.
Delapan kabel ini memiliki warna yang
berbeda. Urutkan kabel-kabel ini dimulai dari kiri dengan serapih mungkin.
4.
Ratakan panjang kedelapan kabel yang telah diurutkan
dengan cara memotongnya. Dalam memotong kabel kita bisa gunakan Crimping Tools.
5.
Setelah selesai menentukan urutan kabel dan jalur
penyambungan, masukan kabel UTP pada konektor RJ-45. Posisi konektor RJ-45,
bagian centelan yang menjadi pengunci antara konektor dan port berada di bawah.
Untuk mengencangkan konektor dan kabel, kuatkan menggunakan Crimping Tools.
6.
Buatlah kabel UTP dengan jenis jalur penyambungan
Straight Trough dan Cross Over sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan. Uji
koneksi kabel UTP denga LAN Tester.
Topologi
ring atau cincin
merupakan salah satu topologi jaringan yang menghubungkan satu komputer dengan
komputer lainnya dalam suatu rangkaian melingkar, mirip dengan cincin. Biasanya
topologi ini hanya menggunakan LAN card untuk menghubungkan komputer satu
dengan komputer lainnya.
Instalasi
Topologi Ring :
·
Instalasi topologi RING relative lebih sulit
dibandingkan dengan BUS
·
Untuk menambah dan mengurangi node juga relative sulit
·
Setiap node memerlukan tepat dua node “tetangganya”
agar komunikasi data dapat berjalan
·
Apabila kabel terputus, atau node rusak maka jaringan
akan lumpuh
·
Topologi RING telah dikembangkan menggunakan berbagai
media, seperti kabel coaxial, kabel twisted pair, bahkan Fiber Optik.
·
Saat ini jaringan topologi RING telah
diimplementasikan menggunakan semacam HUB yang disebut Multistation Access Unit
(MAU ata MSAU)
·
MAU menjadi alat penghubung antar host/node.
·
HUB dapat mengantisipasi adanya kabel atau node yang
crash
·
Data atau token tetap dapat ditransmisikan walaupun
kabel yang menuju salah satu atau beberapa node telah rusak
·
Apabila dilihat dari luar, topologi RING secara fisik
mirip dengan topologi STAR
Karaktristik
Topologi RING :
§
Node‐node dihubungkan secara serial di sepanjang
kabel, dengan bentuk jaringan seperti lingkaran.
§
Sangat sederhana dalam layout seperti jenis topologi
bus.
§
Paket‐paket data dapat mengalir dalam satu arah (kekiri
atau kekanan) sehingga collision dapat dihindarkan.
§
Problem yang dihadapi sama dengan topologi bus, yaitu:
jika salah satu node rusak maka seluruh node tidak bisa berkomunikasi
dalam jaringan tersebut.
§
Tipe kabel yang digunakan biasanya kabel UTP atau
Patch Cable (IBM tipe 6)
Kelebihan Topologi Ring :
ü Memiliki
performa yang lebih baik daripada topologi bus.
ü Mudah
diimplementasikan.
ü Konfigurasi
ulang dan instalasi perangkat baru bisa dibilang cukup mudah.
ü Biaya
instalasi cukup murah
Kekurangan Topologi Ring :
ü Kinerja
komunikasi dalam topologi ini dinilai dari jumlah/ banyaknya titik atau node.
ü Troubleshooting
bisa dibilang cukup rumit.
ü Jika salah
satu koneksi putus, maka koneksi yang lain juga ikut putus.
ü Pada
topologi ini biasnaya terjadi collision (tabrakan data).
Topologi bus bisa
dibilang topologi yang cukup sederhana dibanding topologi yang lainnya.
Topologi ini biasanya digunakan pada instalasi jaringan berbasis fiber optic,
kemudian digabungkan dengan topologi star untuk menghubungkan client atau node.
Topologi bus hanya menggunakan sebuah kabel jenis coaxial disepanjang node
client dan pada umumnya, ujung kabel coaxial tersebut biasanya diberikan T
konektor sebagai kabel end to end.
Karakteristik
Topologi BUS :
ü Node – node
dihubungkan secara serial sepanjang kabel, dan pada kedua ujung
kabel ditutup dengan terminator.
ü Sangat
sederhana dalam instalasi
ü Sangat
ekonomis dalam biaya.
ü Paket‐paket
data saling bersimpangan pada suatu kabel
ü Tidak
diperlukan hub, yang banyak diperlukan adalah Tconnector pada setiap
ethernet card.
ü Problem yang
sering terjadi adalah jika salah satu node rusak, maka
jaringan keseluruhan dapat down, sehingga seluruh node tidak bisa
berkomunikasi dalam jaringan tersebut.
Kelebihan Topologi Bus :
ü Biaya
instalasi yang bisa dibilang sangat murah karena hanya menggunakan sedikit
kabel.
ü Penambahan
client/ workstation baru dapat dilakukan dengan mudah.
ü Topologi
yang sangat sederhana dan mudah di aplikasikan
Kekurangan Topologi Bus :
ü Jika salah
satu kabel pada topologi jaringan bus putus atau bermasalah, hal tersebut dapat
mengganggu komputer workstation/ client yang lain.
ü Proses
sending (mengirim) dan receiving (menerima) data kurang efisien, biasanya
sering terjadi tabrakan data pada topologi ini.
ü Topologi
yang sangat jadul dan sulit dikembangkan.
Topologi
mesh merupakan bentuk topologi yang
sangat cocok dalam hal pemilihan rute yang banyak. Hal tersebut berfungsi sebagai
jalur backup pada saat jalur lain mengalami masalah.
Karakteristik
Topologi MESH :
§
Topologi mesh memiliki hubungan yang berlebihan antara
peralatan‐peralatan yang ada.
§
Susunannya pada setiap peralatan yang ada didalam
jaringan saling terhubung satu sama lain.
§
Jika jumlah peralatan yang terhubung sangat banyak,
tentunya ini akan sangat sulit sekali untuk dikendalikan dibandingkan
hanya sedikit peralatan saja yang terhubung.
Kelebihan Topologi Mesh :
§ Jalur
pengiriman data yang digunakan sangat banyak, jadi tidak perlu khawatir akan
adanya tabrakan data (collision).
§ Besar
bandwidth yang cukup lebar.
§ Keamanan
pada topologi ini bisa dibilang sangat baik.
Kekurangan Topologi Mesh :
§
Proses instalasi jaringan pada topologi ini sangatlah
rumit.
§
Membutuhkan banyak kabel.
§
Memakan biaya instalasi yang sangat mahal, dikarenakan
membutuhkan banyak kabel.
Topologi
tree atau pohon
merupakan topologi gabungan antara topologi star dan juga topologi bus.
Topologi jaringan ini biasanya digunakan untuk interkoneksi antar sentral
dengan hirarki yang berbeda-beda.
Kelebihan Topologi Tree :
§
Susunan data terpusat secara hirarki, hal tersebut
membuat manajemen data lebih baik dan mudah.
§
Mudah dikembangkan menjadi jaringan yang lebih luas
lagi.
Kekurangan Topologi Tree :
§ Apabila
komputer yang menduduki tingkatan tertinggi mengalami masalah, maka komputer
yang terdapat dibawahnya juga ikut bermasalah
§ Kinerja
jaringan pada topologi ini terbilang lambat.
§ Menggunakan
banyak kabel dan kabel terbawah (backbone) merupakan pusat dari teknologi ini.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar